PENGARUH PEMBERIAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI APPENDIKTOMI DI RUMAH SAKIT PUSRI PALEMBANG

  • admin
  • Gustika AKBID Rangga Husada Prabumulih
Keywords: Usia, Pekerjaan, Kontrasepsi Hormonal, Paritas, HEG

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) jumlah kejadian hiperemesis gravidarum mencapai 12,5% dari jumlah seluruh kehamilan di dunia. Mual dan muntah dapat mengganggu dan membuat ketidakseimbangan cairan pada jaringan ginjal dan hati menjadi nekrosis (WHO, 2013).Tujuan dari penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempenagruhi kejadian hyperemesis gravidarum di rumah sakit umum daerah kota prabumulih tahun 2018.Penelitian ini menggunakan Survey Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional.Populasi penelitian ini ibu hamil yang dirawat di rumah sakit umum daerah kota prabumulih athun 2018 yang berjumlah 132 orang. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 132 responden.Pada analisa univariat diketahui bahwa dari 99 responden didapatkan bahwa responden yang usia beresiko sebanyak 58 responden (58,6%) dan responden yang usia tidak beresiko sebanyak 41 responden (41,4%).Analisa Bivariat menunjukkan Usia Ibumempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian hyperemesis gravidarum (p value 0,000), Pekerjaan Ibu mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian hyperemesis gravidarum (p value 0,000), Kontrasepsi Hormonal mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian hyperemesis gravidarum (p value 0,000) dan Pengetahuan Ibu mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian kejadian hyperemesis gravidarum (p value 0,000).Simpulan dari penelitian ini bahwa ada faktor-faktor yang mempenagruhi kejadian hyperemesis gravidarum di rumah sakit umum daerah kota prabumulih tahun 2018.

Published
2020-03-01